Lebih Murah, Inilah Harga Pallet Kayu Bekas Dibanding Pallet Kayu Baru

harga pallet kayu bekas

Pallet kayu bekas itu bukan pallet yang sudah usang, lapuk, tak terpakai, lalu dijual lagi. Tidak!
Pallet kayu bekas adalah pallet yang menggunakan bahan sisa kayu jati Belanda, biasanya dia diambil dari sisa kerja proyek atau yang ada di kontainer-kontainer.

Perbedaan antara pallet kayu bekas dan baru ini paling dari penampilannya saja. Namun soal daya tahan, keduanya tetap sama jika diadu.

Kayu bekas atau kayu jati Belanda ini adalah bahan yang paling banyak digunakan oleh orang-orang. Selain hargannya murah, kualitas kayu juga bagus.

Jati Belanda sendiri sebenarnya bukanlah kayu jati asli. Juga bukan berasal dari Belanda. Mereka hanya istilah. Dan karena bukan kayu jati asli, harganya pun memiliki perbedaan yang signifikan.

Untuk mengetahui harga pallet kayu bekas, silakan simak beberapa penentuan harga pallet kayu berikut ini

harga pallet kayu bekas

Penentuan Harga Pallet Kayu Bekas

Anda harus tahu beberapa spesifikasi yang memengaruhi harga pallet bekas berbeda antara satu sama lain. Dengan mengetahui spesifikasi dan standarisasi pallet kayu, sebagai jasa yang menangani pembuatan pallet kayu pun bisa memberitahu Anda harga yang cocok untuk produk yang dibeli.

1. Menentukan ukuran pallet kayu bekas

Ukuran yang dipakai meliputi panjang x lebar x tinggi.
Apabila Anda bingung mengenai ukuran, Anda bisa berkonsultasi pada jasa yang bersangkutan untuk memberikan ukuran yang tepat.

2. Menentukan jenis pallet kayu bekas

Sekurang-kurangnya ada 3 jenis pallet kayu. Ada yang berbentuk papan, balok, dan dadu.
Di antara ketiga ini, mana yang ingin Anda pesan?
Sebab ketebalan tiap kayu yang dipotong memiliki dampak yang besar soal penentuan harganya nanti.

3. Menentukan jumlah papan atas (top board)

Dari apa yang kita lihat dari pallet kayu selama ini, jumlah papan atas kebanyakan ada yang renggang. Dengan kerenggangan itu, jumlah papan yang dipakai pun lebih hemat.

Namun untuk Anda yang mau rapat, juga bisa. Dan tentunya hal tersebut memengaruhi harga.

4. Menentukan ukuran papan atas

Setelah menentukan jumlah papan, sekarang saatnya mengetahui ukuran dari papan atas tersebut. Perhitungannya masih sama, yaitu mengandalkan p x l x t.

5. Menentukan jumlah kaki pallet

Jumlah kaki pallet berhubungan dengan ukuran pallet yang kalian pesan. Perhitungannya pun memakai p x l x t.
Sama seperti menentukan jumlah dan ukuran papan atas.

6. Menentukan jumlah papan bawah (base board)

Tak hanya papan atas, adapun papan bawah yang harus kalian perhatikan. Selain jumlah, perhatikan ukuran yang meliputi panjang x lebar x tinggi.

7. Menentukan treatment dari pallet kayu yang Anda pesan

Apakah nantinya pallet tersebut diserut, atau Anda beli secara mentah tanpa diserut. Soal harga, lebih murah yang tidak diserut.
Paling kekurangannya, ada serabut-serabut yang tidak rata yang disebabkan oleh serat-serat kayu tadi.

Perkiraan harga pallet kayu bekas yang terserut dan mentah sendiri mungkin berkisar 2000 rupiah saja. Namun beda jasa, beda harga juga

8. Menentukan jenis kayu

Di sini kita sudah tahu jenis kayu apa yang akan digunakan. Tak lain dan tak bukan adalah kayu bekas atau kayu jati Belanda. Perkiraan harga dari kayu model ini sekitar 6.500 untuk jenis papan.
Semakin murah jika Anda membeli dengan harga grosir.

Setelah tahu harga-harga di atas, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas jasa yang berkicumpung di sana.

Bagi Anda yang sedang mencari tempat jual pallet kayu bekas yang murah namun berkualitas, kunjungilah Purwa Talenta. Soal hasil tak usah diragukan lagi, keprofesionalan juga jangan diragukan karena mereka telah memulai bisnis itu pada tahun 1999 yang lalu.

Author: madonnazxcp